Perpuluhan : Sebuah Kerelaan atau Keharusan ?

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata ‘perpuluhan’ ?

” Gue ga ngerti sih maksud ngasih perpuluhan apa, tapi ya udah gue lakuin aja lah..”

“Duh, masuk neraka ga ya kalo nggak ngasih perpuluhan?”

Uang gue sudah sedikit, harus kasih perpuluhan. Kan lumayan sepersepuluh gaji gue 300 ribu, bisa buat beli pulsa blackberry ama modem tiap bulan.”

“Perpuluhan? Apa itu? Nama makanan baru?”

FACTS

Guess what, yang melakukan persembahan perpuluhan pertama kali adalah Abraham (Kejadian 14:17-19). Coba ambil waktu sebentar buka alkitab ( atau browsing di google ) ayat ini deh.

Jadi ceritanya waktu itu, Kerdolamear, Raja negeri Elam, menyerang dan menjarah negeri Sodom serta membawa penduduknya sebagai tahanan, termasuk pula Lot, keponakan Abraham, yang tinggal di Sodom.  Mendengar hal itu, Abraham beserta pasukannya segera mengejar pasukan Kerdolamear, berhasil mengalahkan mereka, membebaskan Lot, dan mengambil semua jarahan yang dibawanya. Dalam perjalanan pulang, Abraham bertemu Melkisedek, seorang imam Allah yang Maha Tinggi dan diberkati olehnya. Setelah itu, dengan sukarela Abraham menyerahkan sepersepuluh dari jarahannya itu kepada Melkisedek sebagai persembahan kepada Allah. Perpuluhan yang pertama adalah tindakan sukarela, bukannya Allah yang memerintahkan, “Hei Abraham, berikan aku 1/10 dari jarahanmu karena kau sudah Aku buat berhasil !”

Ga ada tuh sama sekali tertulis begitu.   

                                                                                                                            Sumber gambar: wikipedia

Cerita berikutnya adalah dari Yakub, anak Ishak, saudara Esau.  ( Kejadian 28 ). Yakub si “Penipu” ulung dan licik, baru saja berhasil mengambil hak kesulungan sekaligus berkat ayahnya dari kakaknya dengan muslihat yang sangat cerdik. Esau yang mengetahui hal tersebut murka dan ingin membunuh Yakub, maka Yakub pun ketakutan dan melarikan diri. Dalam pelariannya, Allah menampakkan diri kepada Yakub dan, lagi-lagi,Yakub dalam ‘kecerdikannya’  berusaha membuat perjanjian dengan Allah.Yakub berkata,

 

“Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.” Kej 28: 20-22

Bayangkan Yakub sedang bernego dengan Tuhan begini : ” Allah jika Kau membantuku selamat dan memberikan makan pakai dan tempat tinggal, sepersepuluhnya akan kukasih padaMu deh!“, menyangka bahwa penawarannya itu cukup menarik bagi Allah.

Sampai di sini, surprise kan, perpuluhan itu bukan Allah yang minta awalnya…

Okay then, cerita berlanjut sampai ketika bangsa Israel memasuki tanah Kanaan, dan kesebelas suku Israel mendapatkan warisan tanah dan ladang mereka masing-masing, namun suku Lewi tidak. Suku Lewi dikhususkan Tuhan untuk bekerja di bait Allah. Boleh dibilang kalo jaman sekarang, ya tugas mereka buka pintu gereja di pagi hari, bersih-bersih gereja, menata mimbar, ngatur dan memimpin  liturgi ibadah, kasih puji-pujian, ngatur pembesukan bagi yang sakit, ngatur persembahan, ya pokoke mengatur kerohanian jemaat sehingga mereka tidak bekerja di ladang dan memiliki penghasilan sendiri. Oleh karena itu, Allah memerintahkan seluruh bangsa Israel yang lain untuk membawa sepersepuluh hasil ladang mereka menjadi bagian suku Lewi untuk kebutuhan bait Allah, makanan mereka dan kebutuhan mereka sehari-hari (Bil 18: 21-24). Bukan hanya itu, suku Lewi juga harus membawa sepersepuluh dari semua yang diberikan kepada mereka itu kepada Imam Besar.

Demikian pula maksud dan tujuan perpuluhan pada jaman ini. Allah mengatur semuanya sedemikian rupa sehingga gereja tidak kekurangan. Pernahkah kalian lihat gereja minta-minta di jalan untuk nyewa gedung, bayar listrik, atau bangun gedung baru?

Well, kecuali bahwa jemaat gereja tersebut begitu pelitnya.

Meskipun demikian, kita harus hati-hati karena seringkali ada beberapa pandangan yang salah kaprah.

Apa saja itu ? Mari kita cek satu-satu, jangan-jangan ada yang masih kita percayai sampai sekarang.

Satu. 10 persen pendapatan kita adalah milik Tuhan. 90 persen sisanya adalah milik kita.

Alkisah, ada seorang pemuda Kristen yang prihatin pada temannya yang terkena bencana. Ingin sekali dia bisa menolong temannya itu, namun dalam hati dia berkata,

 “Ah, tapi perpuluhan gue udah gue kasih ke gereja. Coba kalau belum, bisa gue kasih untuk bantu dia..”

Pandangan di atas adalah pandangan orang bodoh. Ketahuilah, semua hartamu adalah milik Tuhan. Semuanya, 100 persen bahkan 1000 persennya. Kau berikan perpuluhanmu di rumah Tuhan, namun Tuhan berhak juga memakai sisa hartamu yang lain sesuai kehendakNya.

Dua. Kalo nggak ngasih perpuluhan, nanti masuk neraka.

Ga dipungkiri, banyak diantara kita yang ngasih perpuluhan karena merasa itu sebuah ‘kewajiban’, klo ga dilakukan ya kita berdosa…dan masuk neraka.

Hati-hati teman, ingatlah :

Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.” (Galatia 2:16)

Perpuluhanmu tidak menyelamatkanmu. But blood of Christ does !

 

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efesus 2:8-9)

Kau sudah diselamatkan, dan itu semata-mata anugerah. Bukan karena rajin ngasih perpuluhan maka selamat, atau karena rajin nolong orang, atau karena perbuatan baik lainnya..

Tiga. Ngasih perpuluhan, biar rejeki kita banyak rejeki.

Weits, sobat muda pasti udah ga asing lagi dengan salah satu ayat andalan yang sering didengung-dengungkan saat persembahan, bahkan lebih sering lagi oleh beberapa aliran gereja tertentu

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” Maleakhi 3: 10

Sekilas, sepertinya Allah sendiri yang berjanji, bahwa kalo kita bawa perpuluhan, nanti berkat kita akan dilipatgandakan, dilipattigakan, dilipatempatkan…dst sampai melimpah-limpah gitu.

Sayang sekali bila kita hanya melihat satu ayat tanpa melihat konteks cerita keseluruhan. Mari coba liat Maleakhi 3 secara keseluruhan.

“Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?”Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa! ” Maleakhi 3: 7-9

Mengejutkan ! Sebenarnya Allah sedang mengucapkan firman ini dalam kegeraman-Nya kepada bangsa Israel karena mereka semuanya sudah menyimpang dari perintah Allah. Ibadah tidak lagi dipedulikan, berbagai kejahatan seperti perzinahan, pemerasan dipraktekkan, kawin campur dengan bangsa kafir,  dan tidak ada lagi persembahan perpuluhan yang dibawa kepada orang Lewi, sehingga orang Lewi kembali bekerja di ladang..dan ujung ujungnya menelantarkan kemah Tuhan.

“Juga kudapati bahwa sumbangan-sumbangan bagi orang-orang Lewi tidak pernah diberikan, sehingga orang-orang Lewi dan para penyanyi yang bertugas masing-masing lari ke ladangnya.

Aku menyesali para penguasa, kataku: “Mengapa rumah Allah dibiarkan begitu saja?” Nehemia 13: 10-12

Allah mengatakan mereka penipu, karena persembahan yang merupakan bagian Allah tidak mereka bawa ke hadapan Allah. Maka Allah kemudian menantang mereka, “Kamu tidak percaya Aku adalah Allah yang berkuasa? Kamu tidak percaya Aku bisa melakukan wonder things? Bawa persembahan perpuluhan yang seharusnya kau kasih untuk-Ku dan kau kan lihat Aku menurunkan berkat jauh lebih banyak!” ( red: imajinasi penulis hehe )

Prinsip “ngasih perpuluhan bikin banyak rejeki” adalah salah satu prinsip yang sering disalahgunakan oleh pendeta yang ga bertanggung jawab. Sering terjadi pada gereja-gereja yang tidak dikelola oleh majelis jemaat – pure hanya pendeta itu saja yang menerima semua perpuluhan jemaat.

Gereja jadi bisnis yang sangat prospektif loh !  Coba hitung, kalau rata-rata penghasilan jemaatnya 5 juta sebulan, dan gerejanya ada 200 jemaat aja. 10%x 5 juta x 200= 100 juta per bulan –> dan semuanya masuk ke kantong pendetanya. Mending bikin gereja ga sih, dari pada buka toko.

That’s why mari dengan bijaksana kita ngasih perpuluhan ke gereja yang dikelola oleh majelis jemaat, sehingga pengelolaannya dilakukan dengan bijaksana dan seharusnya.

 

In conclusion, perpuluhan itu kerelaan atau keharusan?

Menurutku, keduanya.

Dengan rela kau berikan sebagai wujud syukurmu kepada Tuhan. Namun sebuah keharusan bila kau memang benar merasa bersyukur.

 

Sebuah keharusan, namun bukan kewajiban. Karena kau tidak wajib memberikan perpuluhan supaya diselamatkan. Sekali lagi,

You are already saved by grace alone 🙂

 

Gracia L
Advertisements

One response to “Perpuluhan : Sebuah Kerelaan atau Keharusan ?

  1. hi,suka banget sama pendapat kamu ini. dan setuju sama apa yang kamu pikirin tentang perpuluhan.i’m really blessed. thanks buat sharingnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s