DEBORA : Emansipasi Wanita Versi Alkitab

Debora adalah salah satu tokoh alkitab wanita yang dipanggil dan dipakai oleh Tuhan. Dalam masa hidupnya, ia bersama dengan Barak memimpin umat Israel menang atas Sisera dan dan pasukan-pasukan Kanaan.

“Lemah!” mungkin itu yang dipikirkan Debora saat melihat keragu-raguan Barak bin Abinoam. Padahal sudah jelas Tuhan Allah telah memerintahkannya untuk bergerak menuju gunung Tabor dengan membawa sepuluh ribu orang bani Naftali dan bani Zebulon.

Barak nampaknya gentar saat memikirkan harus berhadapan dengan Sisera panglima sembilan ratus kereta besi dan sudah dua puluh lima tahun menindas Israel dengan keras. Padahal Barak bin Abinoam bukan pria biasa; Ia memiliki sepuluh ribu orang yang bersedia berperang bersama sama dengannya.

“Jika engkau turut maju aku pun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju aku pun tidak maju.”

Ujar Barak pada Debora sehingga kemudian Debora pun harus ikut bersamanya ke medan pertempuran.

Saat membayangkan adegan ini kembali maka rasanya ada yang janggal seperti layaknya suatu anomali. Mengapa janggal? Sebab dalam kancah peperangan yang kental dengan kekerasan ala kaum pria tiba-tiba saja muncul sosok perempuan di sana. Debora adalah seorang nabiah yang tidak lain juga merupakan istri Lampidot. Akan tetapi dia tidak tampil seperti perempuan pada umumnya dipandang “lemah” sehingga hanya menggurusi urusan domestik rumah tangga sebab dalam kitab Hakim-hakim 4 dicatatkan ia saat itu memerintah sebagai hakim atas orang Israel.

Oleh karena itu bukan hal yang terlalu salah jika tadi saya katakan ini semacam anomali sebab bagaimana mungkin dalam dunia kuno yang sering kali dikenali sebagai dunia yang dikuasai laki-laki sebab kekuatan ototlah yang menjadi cara bertahan tiba-tiba saja seorang perempuan hadir dan memegang kekuasaan. Jika kemudian kita merasa janggal dan bertanya apa yang membuatnya begitu istimewa sehingga bisa masuk dan diakui dalam dunia kaum laki-laki ini; maka jawabnya tidak lain karena pekerjaan Tuhan. Dalam Hakim-hakim 4 ini nampak Tuhan Allah sengaja memilih kaum perempuan tampil ke permukaan sebagai yang berjasa bagi kelangsungan hidup umat.

Pekerjaan Allah dalam diri Debora melahirkan dua pemikiran bagi saya. Pertama, Allah ternyata benar memanggil baik pria maupun wanita untuk menjadi alat pekerjaanNya. Kedua, cara untuk bertahan tidak cukup mengandalkan kekuatan manusia tapi penyertaan Tuhan mendatangkan keselamatan. Kedua hal itu nampak jelas dalam secuplik pengalaman Debora dan Barak dalam Hakim-hakim 4.

Oleh karena itu dalam semarak perayaan kesetaraan gender dalam hari Kartini, kita diajak untuk melihat manusia laki-laki dan manusia perempuan diperlakukan sama dihadapan Tuhan. Sebab keduanya dipanggil untuk menjadi kawan sekerja Allah mendatangkan kehendakNya menjadi nyata di atas muka bumi ini. Untuk itu selamat berkarya bagi kamu yang adalah laki-laki atau perempuan. Tetaplah berjalan dalam terang firman Tuhan; dan janganlah gentar sebab DIA ada bersamamu.

-Pdt. Merry Malau-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s