Bergumul Bersama Tuhan dan Pasangan

Tidak ada maksud untuk mendekatinya dari semula. Pertamanya hanya diberitahukan teman untuk mencoba mendekatinya. Awalnya hanya biasa saja tidak adanya perasaan apapun terhadapanya namun seiring berjalannya waktu, rasa itu mulai timbul, saya mulai memperhatikannya dan bertemu dengannya. Sebelumnya, memang sedang bergumul untuk mencari seorang pacar dan berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba mendekatinya. Akhirnya, saya memutuskan untuk mendekatinya. Selama melakukan pendekatan, saya berdoa, bergumul, dan bertanya kepada Tuhan apakah dia adalah orang yang Tuhan berikan kepada saya atau bukan. Mencari kehendak Tuhan kalau memang dia jodoh saya maka biarlah Tuhan yang membuka jalan untuk saya sehingga saya tahu kalau dia adalah jodoh saya. Akan tetapi, tetap kehendak Tuhan yang jadi bukan kehendak saya. Mulai dari komunikasi terus menerus hingga tiba di suatu titik dimana dia bertanya kepada saya, saya sedang dekat dengan siapa? Jawaban saya adalah dekat dengan dirinya dan saya bertanya kepadanya, apakah saya boleh mendekatinya. Jawaban dia adalah boleh. Dari situlah saya merasa yakin untuk memulai pendekatan yang lebih lagi.

Pendekatan yang saya lakukan dengan dia adalah berusaha untuk berkomunikasi dengan dia setiap hari, mencari waktu untuk mengajaknya menonton film di bioskop, duduk dekatnya, mengajaknya ngobrol di gereja, dan pergi ke kampusnya untuk menonton konser. Selama menjalani proses pendekatan ini pasti adanya suka dan duka yang dirasakan. Sukanya adalah bisa berkomunikasi dengan dia sehingga saya dapat mengenal dia lebih dalam lagi. Saat seorang laki-laki yang suka sama seorang perempuan, pasti ingin berbicara dengan dia terus, dan terkadang membicarakan hal-hal yang aneh. Hal yang paling saya suka adalah saat dia ingin saya bergumul mencari kehendak Tuhan dalam mencari tujuan berpacaran. Dari hal tersebutlah saya melihat bahwa dia benar-benar mencari hubungan yang serius dan melibatkan hubungan ini bersama Tuhan. Berada di dekatnya adalah suatu anugerah yang Tuhan berikan kepada saya.

Kalau ada suka pasti juga ada dukanya. Dukanya adalah terkadang saya sudah melakukan banyak hal untuknya akan tetapi saya tidak mendapatkan jawaban dari dia dan saya merasa usaha yang saya lakukan adalah sia-sia dan tidak membuahkan hasil. Sehingga pada waktu itu saya sempat untuk menyerah dalam melakukan pendekatan terhadapnya. Dalam melakukan pendekatan dengannya, saya tidak merasa ada hal yang menghalangi saya karena jawaban “boleh” itu merupakan suatu jembatan saya dalam melakukan pendeketan dengannya. Akhirnya saya melakukan penyataan perasaan dengannya. Jawaban dia bukan “iya” atau “tidak” melainkan mengajak saya untuk bergumul bersama-sama kepada Tuhan.

Bergumul merupakan proses mencari kehendak Tuhan tujuan akhirnya adalah sebuah hubungan bukan dimulai karena kehendak kita melainkan karena kehendak Tuhan (disini kita sama-sama belajar kok dan enggak jadi suatu masalah). Pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dalam pergumulan seperti apakah calon pasanganku membawaku menjadi lebih serupa dengan Tuhan? Apakah calon pasanganku membuatku lebih memuliakan Tuhan? Dan lain sebagainya. Bergumul itu seperti pendekatan kepada pasangan dan ke Tuhan. Dalam bergumul ini kita saling mengenal pasangan kita, saling menanyakan satu sama lain, saling menunjukkan kekurangannya masing-masing dan saling terbuka satu sama lain (kalau mau gampangnya ya jujurlah sama calon pasanganya. Menjadi dirimu yang apa adanya).

Bergumul ini dilakukan kalau keduanya setuju untuk bergumul. Yang memimpin haruslah laki-lakinya karena seperti rumah tangga yang memimpin adalah sang suami. Selama proses ini harus sama-sama bertekun dan serius dalam mencari kehendak Tuhan. Proses ini berjalan selama 1 bulan 6 hari (karena adanya hal-hal yang dipertimbangkan). Selama 1 bulan 6 hari ini, kita berdoa bersama, saat teduh bersama, membaca buku mengenai pasangan hidup dalam Tuhan (ini sih enggak harus), dan sama-sama mendekatkan diri kepada Tuhan. Serius dan tekun dalam mendengar jawaban dari Tuhan.

Jawaban “iya” ataupun “tidak” bisa diuji dengan cara jika kau mengatakan “iya” apakah damai sejahtera di dalam hatimu? Begitu juga jika kau menjawab “tidak” apakah damai sejahtera yang terjadi di dalam hatimu? Berdoalah terus sebelum hari penjawaban dan di hari penjawaban serta pada saat mau menjawab. Jangan sampai salah untuk mendengar suara dari Tuhan ya.

Jadi, suatu PDKT bukan dilihat dari kalian di terima atau di tolak tetapi kehendak Tuhan yang jadi. Karena tidak adanya salah atau benar dalam kalian melakukannya asal kalian bergumul bersama dengan pasangan dan juga dengan Tuhan.

___

A story by: Eko & Inggriani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s