Hari Gini Masih Beli Buku Cetak?

Dalam beberapa tahun terakhir, kita dapat melihat bahwa teknologi telah berkembang dengan sangat pesat sehingga menyebabkan buku-buku cetak digantikan oleh perangkat-perangkat elektronik, seperti kindle atau PDF file yang dapat dibaca di komputer, laptop, atau pun smartphone. Seperti yang telah kita ketahui, e-book membuat kita lebih mudah dalam membaca. Kita dapat menyimpan banyak judul buku hanya dalam satu tempat. Kita tidak lagi merasa kelelahan, karena kita tidak perlu membawa banyak buku cetak. Selain itu, buku-buku tersebut akan bersifat everlasting, karena mereka sudah disimpan menjadi sebuah data. Kita bahkan dapat menemukan e-library yang menyimpan banyak sekali buku, bahkan buku yang dibuat ratusan tahun lalu. Hal ini membuat banyak orang merasa bahwa e-book jauh lebih nyaman dan mudah dibandingkan buku cetak.

Namun, apakah benar e-book semudah dan senyaman yang orang-orang pikirkan? Akankah tiba harinya ketika kita tidak lagi melihat buku cetak karena orang lebih menyukai e-book? Apakah buku cetak sudah “ketinggalan zaman”? Jawaban saya tentu saja tidak dan saya akan menjelaskan mengapa buku cetak tidak “ketinggalan zaman”.

Pertama, menurut saya membaca e-book di perangkat elektronik seperti komputer atau smartphone jauh lebih melelahkan daripada membaca buku cetak. Saya pernah beberapa kali ke dokter dengan keluhan sakit kepala dan pusing, serta ke dokter mata dengan keluhan mata tidak berhenti berkedut. Hal tersebut disebabkan oleh terlalu banyak melihat komputer dan smartphone. Lampu dari perangkat elektronik tersebut tidak baik untuk mata menurut dokter saya. Selain itu, otak pun dapat terganggu sehingga kita tidak dapat tidur nyenyak di malam hari.

Dalam sebuah artikel yang saya temukan, Lecia Bushak, penulis dari Medical Daily website, menjelaskan bahwa studi ilmiah yang dilakukan oleh Harvard University menyatakan jika kita membaca e-book sebelum tidur membuat hormon bernama melatonin menurun tingkat produktivitasnya. Hal ini membuat banyak orang butuh waktu lebih untuk bisa tertidur lelap dan menjadi lebih lelah pada pagi harinya. Bushak juga menjelaskan bahwa membaca buku cetak dapat membantu orang untuk tertidur nyenyak karena buku cetak dapat menyegarkan pikiran orang-orang dan membuat mereka mengantuk (Bushak Website 2017).

Kedua, e-book lebih mudah untuk dibajak dibandingkan buku cetak. Mengapa? Karena kita dapat dengan mudahnya menemukan banyak PDF file gratis dari beragam judul buku di internet. Artinya, e-book tersebut telah dibajak tanpa sepengetahuan si penulis buku. Sangat mudah bagi para pembajak untuk membajak e-book dan membagikannya di sebuah situs berbagi file. Selain itu, seseorang juga bisa mencetak e-book tersebut menjadi buku cetak dan diperbanyak, kemudian dijual dengan harga lebih murah. Walaupun, memang, buku cetak pun dapat diperbanyak dengan cara difotokopi atau di-scan­, tetapi saya pikir, tidak akan semudah membajak e-book.

Contohnya adalah kejadian yang menimpa Derek Haines. Buku yang ia tulis telah dibajak, dikopi, atau diakui sebagai karya penulis lain. Ia telah menyampaikan keluhannya tentang hal tersebut ke Google Books, tetapi Google tidak melakukan tindakan apa pun untuk mengatasi masalah pembajakan itu. Haines sendiri pada akhirnya tidak dapat melakukan hal lain selain kesal dan marah, lalu melupakan masalah tersebut (Haines website 2017).

Saya setuju bahwa e-book adalah salah satu bukti dari perkembangan teknologi, tetapi saya tetap lebih menyukai buku cetak. E-book tidak akan pernah bisa menggantikan buku cetak karena mereka adalah dua jenis buku yang berbeda. Kita tidak dapat berkata bahwa yang satu lebih modern dan yang satu sudah “ketinggalan zaman”. Jika buku cetak dipermasalahkan karena berat, membuang-buang kertas, cepat rusak, dan lain sebagainya, kita dapat atasi dengan menggunakan kertas daur ulang yang selain lebih ringan, juga tidak membuang-buang kertas. Selain itu dengan memakai hard cover yang berkualitas bagus untuk menjaga agar buku tidak cepat rusak. Oleh karena, kita dapat terus menggunakan keduanya di masa mendatang tanpa perlu menghilangkan salah satunya. (SK)

 . . .

DAFTAR ACUAN

Bushak, Lecia. Medical Daily. E-Books Are Damaging Your Health: Why We Should All Start Reading Paper Books Again. http://www.medicaldaily.com/e-books-are-damaging-your-health-why-we-should-all-start-reading-paper-books-again-317212 (diakses 22 April 2017)

Haines, Derek. Just Publishing Advice. Ebook Piracy Is Rampant And Impossible To Stop. http://www.justpublishingadvice.com/ebook-piracy-is-rampant-and-impossible-to-stop/ (diakses 22 April 2017)

_____

(SK)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s