Adventure of a Mosquito

Dalam budaya barat, dikenal istilah “third wheeler” yang dapat diartikan sebagai orang yang nimbrung di tengah-tengah dua orang yang sedang nge-date. Istilah ini konon berasal dari frase “third whale” atau ikan paus ketiga; ketika ikan paus jantan akan membuahi si betina, dibutuhkan ikan paus ketiga untuk menopang si jantan yang harus berenang terlentang menghadap si betina. Dalam masyarakat Indonesia, dikenal istilah “si nyamuk”, mungkin karena kehadirannya dianggap mengganggu seperti suara sayap nyamuk yang berdengung hmmm..

Well, menjadi seekor nyamuk buat saya bukanlah sebuah ke na’as-an. Cerita saya dimulai ketika kami berlima; dua sahabat saya dan para pacar mereka, hendak pergi berlibur. Dan sudah terbayang dong, satu orang single (Yes, single, not jomblo.) di tengah-tengah para lovely doves selama tiga hari di tempat yang jauh dari kampung halaman.

IMG_20170603_083332_382

Nggak hanya dengan para sahabat saya tadi, di lingkungan pekerjaanpun saya mengalaminya. Nggak seperti sebelumnya, di sini saya menjadi mosquito di tengah-tengah pasangan yang sudah menikah dua tahun (obviously not my parents). Hmmmm… Saya serasa “disewa” untuk latihan mereka memomong anak nantinya (JK :p).

So, being a mosquito is bad?

Mungkin terkadang mengenaskan ya berada di momen itu hehehehe… But, I decided to be happy. Melihat mereka berpasang-pasangan membuka peluang bagi saya untuk mengobservasi dan meriset tentang hubungan antara dua insan. Melihat mereka dari dekat membuat saya lebih mempersiapkan diri jikalau Tuhan berkehendak bagi saya untuk memiliki pasangan hidup nantinya. Dan terkadang, kehadiran saya di tengah-tengah mereka dapat membuat mereka mensyukuri bahwa mereka memiliki pendamping yang mereka miliki sekarang.

Make fun of your flaws, then enjoy it!

Bagi sebagian orang, menyandang status jomblo/single memiliki stigma, lantaran secara tidak langsung di cap sebagai subjek yang tidak laku (seperti barang dagangan di toko). Perkara memalukan atau bukan, menurut hemat saya, adalah sebuah keputusan yang kita buat. Bisa jadi semua orang memandang hal kelajangan ini adalah sebuah kekurangan, namun kebahagiaan dapat tetap ada dalam segala kekurangan.

IMG_20170620_124952_604

Pada saat saya pergi berlibur berlima tadi, saya secara khusus membuat sebuah kaos yang bertuliskan besar-besar: “I AM A MOSQUITO” And yes, I really did wear it. Bisa terbayang foto-foto selama kami berlibur terpampang jelas tulisan di kaos saya yang dengan bangganya mendeklarasikan diri sebagai seekor nyamuk hehehehe… And pretty much, all of us enjoy it! Kami tidak berberat hati dan kami mengakhiri liburan itu dengan sukacita.

Future of the Mosquito

Bagi saya, menikah adalah sebuah panggilan yang di mana bukan lagi aku dan engkau nantinya, tetapi menjadi kita. Dalam masa lajang ini, saya bersyukur karena Tuhan membekali saya dengan bayak-banyak cerita dan pengalaman dari para pasangan di sekeliling saya. Saya bersyukur bisa menjadi “nyamuk” di tengah-tengah mereka yang mengizinkan saya ada di sana. Segala pengalaman manis dan pahit banyak juga telah dilewati bersama mereka yang sekarang maupun mereka yang terdahulu. Semuanya itu menjadikan saya lebih arif; kelebihanku menyokong kekuranganmu, dan kekuranganku disokong olehmu.

Jikalau Tuhan mengizinkan saya memiliki pendamping hidup nantinya, maka hari ini adalah sebuah pembelajaran agar saya siap ketika bertemu dengannya nanti.

Lastly,

I am not single!

I am in a committed LONG DISTANCE RELATIONSHIP.

She is in the future.

_____

RT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s